Di saat gue lagi ngetik ini gue lagi seru-seru nulis sebuah essay komedi untuk Cosmopolitan Men.
Sebenernya deadline sih udah dari kemarin, makanya gue coba untuk nyelesein saat ini juga.
Gue suka banget nulis pagi-pagi buta gini. Entah kenapa, di saat lampu udah mati, semua orang tidur, dan pikiran bahwa gue lagi “sendirian” di saat kayak gini bisa memberikan dorongan kreatif tersendiri. Gue bisa serius menulis, dieeem gitu aja, mikir, dan mikir, dan mikir. Berbeda dengan apa yang orang pikir, di saat gue lagi nulis komedi, muka gue serius banget. Gue ngetik sebentar-sebentar, lalu menyeruput coffee mix, memandang langit-langit kamar. Alis gue mengkerut, seolah-olah yang gue tulis adalah sebuah makalah super-serius, tapi yang sebenernya gue tulis adalah yet another comedy writing.
Setelah empat tahun ini menulis komedi, gue jadi nyadar gue justru paling komedik di saat gue paling serius. Karena komedi itu kayak bermain puzzle, you have to construct the set-up and the punchline. Untuk membuat punchline-nya “nonjok” yah gue harus mikir dengan sangat keras. Kalau berhasil, biasanya pas gue baca lagi gue ketawa sendiri. That’s when I know it works.
I love silence.
it makes me funny.
Anyway, intermezzo gak penting aja dari gue.
Sekarang, lanjut nulis lagi.
Selamat tidur, buat kalian semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar