Minggu, 22 Januari 2012

Home » » Humor Monyet Guys

Humor Monyet Guys

-AMERIKA DAN INDONESIA

  Pada suatu hari,di adakan sebuah kontes kepintaran di antara Polisi Amerika dan Polisi Indonesia.

Jendral:Oke,pada hari ini saya akan menguji kalian berdua,apakah kalian siap?

Polisi Amerika dan Polisi Indonesia:SIAP PAK!!!

Jendral:Kalian akan diberikan masing masing sebuah buku yang di dalamnya sudah di pasangkan bom,saya ingin melihat apa yang akan kalian lakukan,oke pertama tama,kau polisi amerika apa yang akan kamu lakukan.

tiba tiba sang polisi Amerika mengambil ponselnya dan menelepon seseorang,selang beberapa menit kemudian penjinak bom datang dan meniinakkan bom dalam buku tersebut.

Jendral:kenapa kau memanggil penjinak bom.

Polisi Amerika:maaf pak,menurut saya ini bukan perkerjaan saya,jadi saya memanggil orang yang lebih ahli di bidang ini.

Polisi Indonesia hanya tersenyum-senyum melihat tingkah polisi Amerika.

Jendralke alasan anda di terima,hei Polisi Indonesia sekarang girilanmu,pasti kamu tidak sabar untuk menunjukkan kehebatan polisi Indonesia khan?makanya dari tadi anda tersenyum senyum saja.

Polisi Indonesia:ia donk pak,lucu aja lyat Polisi Amerika,masa beginian doang manggil penjinak bom,(sambil mengambil selang air),oi Polisi Amerika ni lihat jadi polisi kreatif dikit kek,dikit dikit panggil orang gmn mau naik jabatan(sambil menyiram bom buku tersebut)

setelah disiram,sang polisi Indonesia kemudian mencabut salah satu kabel dari bom tersebut.dan terdengar suara DUAAAAARRR!!!!
rupanya bom meledak dan melukai tangan sang Polisi Indonesia.

Jendral:Gubrakk..lu kira itu petasan?pake disirem dolo

Polisi Amerika:


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

-Beda Ngupil Ama "Yang Begituan"

    

Cerita Ini Hanya Fiktif Belaka. Mohon Maaf Bola Ada Kesamaan Tokoh Atau Kesalahan Lainnya..

Anak : “Pak, Kenapa sih making love itu enak banget (katanya – red)..??”

Bapak : “Wah, itu kayak sensasi waktu kamu ngupil pake jari kamu, Nak..”

Anak : “Trus, kenapa cewek lebih menikmatinya, Pak..??”

Bapak : “Karena waktu kamu ngupil, yang kerasa paling enak khan hidung kamu dan bukan jari kamu..”

Anak : “Terus, kenapa cewek benci banget amit-amit jabang bayi kalo mereka diperkosa..??”

Bapak : “Seperti kalo kamu di jalan ketemu orang asing, trus orang asing itu pengen ngupilin hidung kamu pake jarinya dia… ngeselin khan..??”

Anak : “Kenapa cewek nggak bisa / nggak mau gituan waktu mereka lagi datang bulan..??”

Bapak : “Kalo hidung kamu berdarah, kamu masih pengen terus ngupil..??”

Anak : “Katanya, semakin banyak sperma laki-laki yang keluar waktu orgasme, semakin besar kenikmatannya… Bener nggak sih, Pak..??”

Bapak : “Semakin besar upil yang kamu dapet waktu ngorek, semakin puas nggak kamu..??”

Anak : “Kenapa cowok nggak suka pake kondom waktu mereka making love..??”

Bapak : “Kamu suka nggak ngupil pake sarung tangan..??”

Anak : “Wahhh Bapak pinter banget deh… hehehe…”

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------


-Korupsi bagaikan kipas angin

  

Suatu ketika umat manusia dari beberapa negara berkumpul menunggu predikat dari malaikat yaitu surga dan neraka. Di sebuah ruangan terlihat banyak lingkaran seperti jam yang sedang berputar.. Maka terjadi lah dialog antara manusia dan malaikat :

Manusia : Pak malaikat, itu apaan.. kok banyak jam dinding ?
Malaikat : owh.. itu bukan jam dinding.. tapi alat pengukur KORUPSI setiap negara.. yang muternya lambat berarti korupsinya dikit,, kalo muternya cepet berarti korupsinya banyak...


Kemudian bertanya salah seorang dari negara INDONESIA..

Manusia (Negara Indonesia) : Pak malaikat... Lho... Tanda untuk negara saya mana??
Pak malaikat menjawab : owh... ditaro di belakang buat kipas angin...

Soooo?? :-D :-D

cerita ini hanya untuk kepentingan hiburan dan hanya fiktif belaka
 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar